Terima kasih kepada pengunjung blog. Jumlah kunjungan telah melewati 23.000. Nikmati postingan baru setiap Sabtu-Ahad

PBB: Penindasan Muslim Rohingya adalah Kejahatan Serius

Written By Unknown on Sabtu, 26 Oktober 2013 | 19.22

NEW YORK -- Pelapor hak asasi manusia PBB, Tomas Ojea Quintana, menuntaskan laporannya tentang kejahatan kemanusian di Myanmar. Dalam laporan yang disampaikannya di Majelis Umum PBB, Quintana mengatakan kekerasaan terhadap muslim di Myanmar adalah kejahatan serius.

''Narasi anti-muslim di Myanmar telah menelantarkan niat perubahan rezim militer di negara itu. Sifat anti-muslim telah mendalam, dan mengancam,'' kata Quintana, di Markas PBB, New York, Amerika Serikat (AS), Kamis (24/10) waktu setempat, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (25/10).

Bentrokan antaretnis melanda Negara Bagian Rakhine di Myanmar sepanjang 2012. Tercatat 192 orang tewas. Bentrokan terjadi ditengarai akibat aksi balas dendam sekelompok mayoritas Budha Rakhine terhadap Muslim Rohingya. Aksi tersebut menyulut gelombang migrasi paksa dan teror.

Badan Pengungsian PBB (UNHCR) di Bangladesh mengatakan, tercatat 800 ribu Muslim Rohingya terusir dari sentimen anti-muslim di Myanmar. Bentrokan di Myanmar menambah sekira 140 ribu migrasi baru. Kebanyakan mereka adalah korban aksi pengusiran paksa di Rakhine.

Pemerintah Myanmar mencatat sekira lima persen dari 60 juta populasi di negara junta itu adalah muslim. Kebanyakan mereka beretnis Rohingya. Namun keberadaan mereka tidak diakui keberadaannya. Ironi, sekelompok agamawan, bahkan menganggap Muslim Rohingya sebagai musuh.

Myanmar dengan mayoritas pemeluk Budha, mengampanyekan anti-muslim. Tidak jarang, kampanye tersebut menyulut kerusuhan bahkan kematian. Bentrokan di 2012 pun terasa di negara bagian lain. Bahkan sampai ke bekas Ibu Kota Yangon. Bentrokan terakhir terjadi September lalu dan menewaskan belasan muslim. Bentrokan terakhir tidak lagi hanya menyasar Muslim Rohingya. Namun semua kelompok muslim lainnya. Quintana mengatakan, situasi terakhir menggambarkan Myanmar sebagai negara anti-muslim.

republika.co.id

3 Alasan Dunia Takut Gerakan Ekonomi Syariah Indonesia

BATAM -- Dunia internasional saat ini takut dengan gerakan ekonomi syariah yang berasal dari Indonesia. Bukan dari negara Timur Tengah. 

Pakar ekonomi syariah Adiwarman Karim memaparkan tiga alasan mengenai hal itu. Pertama, ekonomi syariah di Indonesia merupakan gerakan rakyat (people movement). Bukan gerakan yang didorong oleh pemerintah mau pun orang kaya.

"Ini ekonomi syariah yang gerakan rakyat dari bawah. Berbeda dengan Malaysia yang dibantu oleh pemerintah," kata Adiwarman.

Ia mencontohkan, gerakan masif sekitar 500 baitul maal wat tamwil (BMT) di Indonesia yang melibatkan sekitar 30 juta orang.

Alasan kedua, ujarnya, gerakan ekonomi syariah di Indonesia bertujuan untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Gerakan tersebut juga bertujuan untuk mengurusi hak asasi manusia.

"Jadi, banyak orang merasakan manfaat dari ekonomi syariah," kata Wakil Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia tersebut.

Ia juga menyebut semakin besar gerakan BMT, rakyat akan semakin senang. Sebab, kemampuan BMT untuk memberikan bantuan semakin besar.

Alasan ketiga, gerakan ekonomi syariah di Indonesia dilakukan secara serius, tulus dan ikhlas. Di Indonesia bukan gerakan kosmetik semata. Melainkan gerakan yang bertujuan untuk menegakkan islam. 

republika.co.id

PKS Minta KPU Perbaiki Kinerjanya


Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera meminta Komisi Pemilihan Umum memperbaiki kinerjanya seperti rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap agar anggaran lembaga tersebut segera keluar dan proses persiapan penyelenggaraan pemilu berjalan dengan baik dan profesional.

"Anggaran belum disetujui DPR biasanya karena penggunannya ada hal yang belum beres. Dalam hal ini, KPU harus memperbaiki kinerjanya, terutama masalah DPT," kata Ketua Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid kepada Antara di gedung DPR, Jakarta, Selasa.

Hidayat menegaskan, DPR tidak akan mempersulit persetujuan anggaran apabila tidak ada masalah di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Untuk itu dia meminta KPU fokus menyelesaikan pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan jangan membuat kebijakan yang menambah kekisruhan seperti kerja sama dengan Lembaga Sandi Negara.

"KPU jangan menambah masalah lain seperti membuat kesepakatan dengan Lemsaneg," katanya.

Dia menilai KPU harus menyelesaikan pemutakhiran data dan polemik kerja sama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) agar penyelenggaraan pemilu berjalan lancar dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Hidayat menilai KPU harus profesional dan jangan sampai kinerja lembaga itu menimbulkan keraguan publik atas penyelenggaraan pemilu.

Sebelumnya Komisi II DPR batal menyetujui anggaran penyelenggaraan Pemilu 2014 karena sejumlah data yang menjadi dasar pengalokasian anggaran pemilu masih belum jelas.

Data yang dipersoalkan DPR salah satunya terkait jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) karena ada perbedaan antara KPU dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

KPU menilai jumlah TPS sebanyak 560.154 ditambah 50 TPS cadangan. Namun Bawaslu mencatat jumlah TPS sebanyak 560.154 tanpa TPS cadangan. Dalam jumlah desa ada perbedaan antara KPU (81.458) dengan Kementerian Dalam Negeri (72.944).

Anggaran KPU yang diajukan melalui sekitar Rp17 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk biaya operasional, pengadaan logistik pemilu, sistem teknologi dan informasi. 


pks.or.id/antaranews

Gubernur Dukung TDA Padang Gelar Pesta Wirausaha

Siap Cetak 10 Ribu Pengusaha
 
Padang, Padek—Komunitas Tangan di Atas (TDA) siap me­ngembangkan para wirausaha pemula di 10 kota di Indonesia, yakni Padang, Bekasi, Tange­rang, Bandung, Solo, Makassar, Sama­rinda, Palembang, Batam dan Mataram. Upaya itu dila­kukan melalui program Pesta Wira­usaha 2013 pada periode Oktober hingga Desember tahun ini.

Untuk Padang, Pesta Wira­usaha TDA digelar pada 30 November dan 1 Desember men­datang. Diundur dari jadwal se­belumnya yang direncanakan 28 Oktober. Pesta Wirausaha TDA Padang ini direspons positif Gu­bernur Sumbar Irwan Prayitno. 

Dukungan itu disampaikan Gubernur di hadapan pengurus TDA Padang dalam audiensi di Gubernuran, akhir pekan lalu. Gu­bernur mengatakan, visi dan pro­gram TDA yang komit mem­berdayakan wirausaha pemula, selaras dengan program Pem­prov dalam mendorong dunia usaha.

“Karakter saudagar Minang yang selama ini cenderung tra­der, harus bergerak ke arah produsen atau industri. Karena itu, komitmen TDA Padang me­ngem­bangkan merek lokal go in­ter­national, bisa disinkronkan de­­ngan program Pemprov,” kata Ir­wan Prayitno yang didampingi Ke­­pala Dinas Koperasi dan UM­KM Sumbar, Ahmad Karisma.

Hadir saat itu Ketua TDA Padang Tommy Iskandar, Pena­sihat TDA Ulki Chandra dan Sudarman Yonidarma, Hamdi Wanandi, dan Ketua Panitia Pesta Wirausaha Padang Rini Handayani.
Kepada Gubernur, Tommi memaparkan bahwa Pesta Wira­usaha Padang akan mengha­dir­kan 9 orang pem­bicara nasional dan 5 orang pembicara lokal. Selain itu, juga ada pameran produk-produk lokal dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Suma­tera Barat dan dari daerah-daerah lain di Sumatera.

“Pesta Wirausaha Padang menargetkan seribu peserta yang nanti digelar selama dua hari di UPI Convention Centre, Lubeg Padang,” kata Tommy.  

Terpisah, Presiden TDA Fau­zi Rachmanto mengatakan, rang­kaian acara Pesta Wirausaha tersebut terdiri atas seminar usaha (business seminar), tanta­ngan bisnis (business chalenge), pameran bisnis (business expo), pelatihan bisnis (workshop business) dan penyesuaian bisnis (business matching).

Melalui acara ini dia berharap banyak generasi muda tergugah menjadi wirausahawan baru sehingga bisa menyerap tenaga ker­ja dan menggerakkan roda eko­­nomi nasional. “Kita ingin isu ke­­wirausahaan bisa diterima se­mua pihak. Jadi kita ingin gapai se­lu­ruh lapisan, khususnya yang aware kewirausahaan melalui acara Pesta Wirausaha 2013,” ujar Fauzi.

Menurut Fauzi, dalam setiap gelaran pesta wirausaha, TDA memberikan komposisi 30 per­sen anggotanya dan 70 persen peserta pemula dari target 500-1.000 peserta di setiap kota.
Dia juga mengaku banyak para tokoh pengusaha anggota TDA yang siap menjadi pem­bicara dalam gelaran tersebut seperti Sandiaga Uno, Yongki Komaladi, Ust Yusuf Mansyur, Radhitya Dhika. Pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan perbankan, dalam hal ini BNI, untuk mengembangkan pengu­saha muda melalui kemudahan peminjaman modal usaha. Per­bankan juga tengah membuat produk khusus bagi anggota komunitas TDA berupa pinjaman berbasis kartu debit.

Fauzi lalu mengingatkan wirausahawan Indonesia harus mempersiapkan diri menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015. “Setiap wila­yah pasti punya ciri khas tertentu yang bisa diangkat secara global. Wira­usahawan baru harus juga dibe­kali dengan kemampuan menge­lola tim yang lebih baik, sehingga dapat berjualan lebih baik,” katanya.

Pendiri TDA Nuzli Arismal mengatakan, pengusaha Indonesia juga bisa berkiprah di luar negeri. Menurutnya, komunitas TDA menargetkan pencetakan 10.000 pengusaha miliarder hingga tahun 2015. Pengusaha ini diharapkan tersebar di 100 kota di seluruh Indonesia, di mana saat ini pengusaha anggota TDA baru tersebar di 43 kota. (cr7)

irwan-prayitno.com

Politik Mengaburkan Hukum

Awalnya Sengman, lalu Bunda Putri. Keduanya sama-sama dibantah pihak istana. Malah, untuk Bunda Putri, Presiden SBY langsung turun tangan. Tak sekedar membantah, tapi juga turut menyerang. Presiden kan banyak! 1.000 persen berbohong! Bahkan, totalnya sampai 3.000 persen.

Untung kita punya pers yang kuat. Satu per satu terungkap bahwa kedekatan itu bukanlah isapan jempol. Yang awal, mulai diakui, tapi tak ada hubungan sama kasus. Kenal sekadar kenal, tak lebih. Yang kedua belum ada kabar, masih ditimbang, atau intelijen mungkin sedang bekerja.
 
Sebetulnya, nama Seng man dan Bunda Putri bukan nama fiktif yang sengaja dibuat-buat Ridwan Hakim atau Luthfi Hasan Ishaaq. Nama itu muncul justru dari hasil sadapan KPK. Nama lain juga banyak, tapi inilah yang paling menonjol, karena dikait-kaitkan dengan Presiden SBY.
 
Banyak yang menyayangkan, bantah-membatah pihak istana terhadap kedekatan dengan Sengman atau Bunda Putri, termasuk reaksi Presiden yang langsung mencap Luthfi pembohong. Ada apa ini? Psikolog Hamdi Muluk justru menilai kesaksian Luthfi bisa benar karena reaksi itu.
 
Tapi, tak sekali ini Presiden SBY terlihat marah di hadapan publik. Di tempat yang sama, Bandara Halim Perdana Kusuma, SBY juga pernah marah saat beredarnya SMS gelap atas nama Nazaruddin dengan nomor (+6584393907), yang saat itu disinyalir melarikan diri ke Singapura.
 
Isi SMS gelap itu kurang lebih sama, yakni gurita kasus korupsi yang sudah menyentuh istana. Tak jelas, ke mana pesan marah itu disampaikan? Mungkin kepada Nazaruddin yang saat itu entah berada di mana. Atau, kepada pihak-pihak yang sengaja mendompleng dalam kasus itu.
 
Tapi, yang pasti, setelah tertangkap, Nazaruddin memang membuat surat terbuka kepada Presiden SBY, yang meminta perlindungan terhadap istri dan anaknya. Anehnya, Presiden SBY menanggapi surat itu. Banyak yang mempertanyakan, tapi tenggelam dengan peristiwa-peristiwa lain. Nazaruddin memang tak menyinggung istana. Kini, adiknya, Nasir tetap jadi caleg nomor 1.
 
Pihak istana juga pernah membantah kedekatan Presiden SBY dengan Artalyta Suryani, saat Ayinsapaan akrabnyatertangkap dalam kasus suap jaksa Urip Sumo harjo. Saat itu jubir presiden Andi Mallarangeng, agak mirip dengan bantahan Julian Aldrin Pasha atas Sengman.
 
Tampaknya, pihak istana, termasuk presiden, kurang belajar sejarah. Atau, seperti kata banyak pengamat, presiden amat sensitif bila diri dan keluarganya dikait-kaitkan dengan korupsi. Jangankan Luthfi, SMS gelap saja dihantamnya! Yang lain boleh diduga korupsi, istana jangan!
 
Padahal, jauh hari, Wamen Hukum dan HAM Denny Indrayana, saat masih aktif menjadi pegiat antikorupsi telah mensinyalir bahwa salah satu episentrum korupsi adalah istana. Entahlah saat Denny masuk, episentrum itu telah beralih, karena peran sertanya, yang tak diketahui publik.
 
Luthfi, mungkin baru tahu reaksi marah Presiden SBY dari istrinya yang menjenguk nya, saat libur hari raya Idul Adha lalu. Tapi, kader PKS yang terkenal temperamental, Fahri Hamzah, telah langsung menimpali reaksi marah presiden itu. Ia mengatakan SBY jangan berlagak pilon.
 
Artinya, Luthfi tak akan ciut dan mengubah kesaksiannya, sebagaimana Nazaruddin yang membuat surat terbuka, lalu tiba-tiba fokus kepada Anas Urbaningrum, dan memicingkan mata saat ada dalam catatan Yulianis, Ibas juga pernah terima uang 200 ribu dolar dari perusahaannya.
 
Apalagi, secara politik, perang terbuka PKS-SBY bukanlah yang pertama kali. Fahri juga dihantam kader Demokrat. Farhan Effendy meminta Fahri diam! Sekretaris DPD Sulteng, Talitti Paluge mengatakan Fahri tak mencerminkan politisi Islam. Tapi, Fahri tetap minta SBY berlulur.
 
Diharapkan, politik tak mengaburkan kasus hukum. Apalagi 2014 telah menjelang. Luthfi berbicara di persidangan, di bawah sumpah.
 
Bila ada yang membantah, sebaiknya juga di bawah sumpah. Mau tak mau, Sengman dan Bunda Putri mesti dihadirkan agar semuanya menjadi jelas. (*)

Erizal (Direktur INCOST)


Singgalang

Pembangunan Infrastruktur Pariwisata Semakin Meningkat

Padang – Di tahun 2009 Sumatera Barat diguncang gempa besar yang mengakibatkan kerusakan bangunan yang cukup parah. Akan tetapi Pemerintah Provinsi tidak putus asa melakukan perbaikan, termasuk di bidang wisata.

Pemprov didukung oleh Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia-PHRI serta ASITA tetap gencar memacu pengembangan bidang pariwisata.

Ini disampaikan Gubernur Irwan Prayitno pada acara Opening Ceremony Tourism Indonesia Mark & Expo ( TIME) di Auditorium Gubernur Jumat malam (18/10). Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata Sapta Nirwandar, Wakil Gubernur Muslim Kasim, Ketua DPRD Ir. Yultehnil, MM, beberapa kepala SKPD di lingkungan Pemprov Sumbar, Asita, Kadin serta buyer dari beberapa negara.

Irwan juga menyampaikan, selain itu juga menggandeng Visit Indonesia Tourism Office, serta mengunjungi pasar wisata di luar negeri untuk meyakinkan para wisatawan agar kembali berkunjung ke Sumatera Barat.
Untuk menarik minat wisatawan datang lagi ke Sumatera Barat, Pemprov juga gencar melakukan promosi melalui iven balap sepeda Tour de Singkarak, yang selalu disupport oleh  anggaran dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hal itu membuahkan hasil. Justru pasca gempa pembangunaan infrastruktur pariwisata berupa hotel semakin meningkat luar biasa. Kamar hotel yang dulunya mencapai 3700 kamar, kini meningkat sampai 5400 kamar.

Provinsi Sumatera Barat bersama Kabupaten/Kota bersama-sama membuat rencana pembangunan jangka menengah pariwisata yang dituangkan dalam berbagai program kongkrit. Kita punya berbagai iven wisata, seni dan budaya seperti, Mentawai Surfing Contest, Sawahlunto Ethnic Music, Dragon Boat di Padang, Pacu Jawi di Tanah Datar, Tour de Singkarak, dan masih banyak lagi.

Untuk itu melalui kegiatan TIME yang mempertemukan seller dan buyer pada satu meja transaksi, dapat menjadi langkah efektif dalam menjual produk wisata di Sumbar dan Indonesia secara umum. Peserta Time dari luar negeri juga dihimbau agar mengunjungi destinasi wisata di Minangkabau, seperti wisata bahari, gunung, danau, bukit, dan banyak lainnya, dan tentunya juga menikmati makanan terlezat di dunia yakni rendang, ungkapnya

Sementara Wamen Kemenparekraf Sapta Nirwandar menyampaikan, TIME merupakan pasar yang efektif untuk melakukan jual beli produk wisata, karena sistemnya B to B (Bisnis To Bisnis) mempertemukan pelaku industri wisata Indonesia dan operator industri wisata luar negeri. Membanggakan, TIME ke 19 dengan tuan rumah Sumatera Barat, karena di Ranah Minang ini banyak kekayaan wisata, kultur dan budaya.
Keunikan kultur Minangkabau salah satunya yakni menganut garis keturunan ibu (matrilineal). Wanita di Minangkabau mendapat penghormatan yang luar biasa. Dari segi sejarah dan budaya, Sumatera Barat juga memiliki cerita dan peninggalan yang ada sampai saat ini. Jika di London ada Jam Big Ben, Kita di Bukitinggi punya replikanya yakni Jam Gadang.

Grand Canyon yang diketahui secara luas ada di Arizona, ternyata juga ada di Harau, Payakumbuh. Arsitektur bangunan di Minangkabau juga tiada duanya, yakni atap “Bagonjong” dengan lengkungan khas, tiada duanya di dunia katanya.

Opening Ceremony TIME yang digelar di Auditorium Gubernuran ditandai dengan pemukulan gendang tasa oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Wakil Menteri Pariwisata, Ketua Umum PHRI, dan Ketua Asita. Pelaksanaan Acara Pasar Wisata Indonesia atau Tourism Indonesian Market and Exhibition-TIME dilaksanakan 18-21 Oktober di Hotel Grand Inna Muara. Pada kesempatan pembukaan TIME, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menyerahkan dokumentasi berita media massa pada Tour de Singkarak-TdS 2013. Buku dokumentasi TdS setebal 3000 halaman, diserahkan oleh perwakilan Kemenparekraf Raseno Arya kepada Gubernur Irwan Prayitno.

irwan-prayitno.com

Ujian dan Pengorbanan

Written By Unknown on Minggu, 13 Oktober 2013 | 12.35

Sudah lama Nabi Ibrahim AS mendambakan seorang anak. Barulah menjelang usia senja istri Nabi Ibrahim, Hajar terlihat mengandung dan menjanjikan keturunan. Maka Nabi Ibrahim makin sayang kepada Hajar.

Kemudian Hajar melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan lucu dan diberi nama Ismail. Nabi Ibrahim makin sayang kepada Hajar dan anaknya Ismail. Namun Allah menguji mereka. Allah memerintahkan Nabi Ibrahim Hajar ke suatu tempat yang jauh, yang Nabi Ibrahim sendiri tidak mengenal tempat itu.

Dari Palestina dengan mengendarai onta, Nabi Ibrahim membawa  Hajar dan Ismail ke arah yang dia sendiri tidak tahu tujuannya. Namun ia yakin ada Allah akan membimbingnya. Setelah selama berminggu-minggu berjalan sampailah Nabi Ibrahim di sebuah daerah yang bernama Mekah. Saat itu daerah tersebut tidak berpenghuni. Dimana-mana hanya terlihat gurun pasir dan gunung-gunung batu, tak ada tanaman untuk dimakan juga tak ada air untuk diminum. Nampaknya di sinilah  Hajar dan Ismail diperintahkan untuk ditinggalkan.

Nabi Ibrahim tentu saja sangat sedih, namun beliau berkata kepada  Hajar:  ”Bertawakallah kepada Allah yang telah menentukan kehendak-Nya, percayalah kepada kekuasaan-Nya dan rahmat-Nya. Dialah yang memerintah aku membawa kamu ke sini dan dialah yang akan melindungi kamu dan menyertai kamu di tempat yang sunyi ini. Sungguh kalau bukan perintah dan wahyu-Nya, tidak sekalipun aku tega meninggalkan kamu di sini seorang diri bersama puteraku yang sangat aku cintai ini. Percayalah wahai Hajar bahwa Allah yang Maha kuasa tidak akan menelantarkan kamu berdua tanpa perlindungan-Nya. Rahmat dan barakah-Nya akan tetap turun di atas kamu untuk selamanya. Insya-Allah”

Setelah ditinggal Ibrahim, keadaan  Hajar dan Ismail sangat mengenaskan. Segera saja  Hajar kelaparan dan dahaga di gurun tandus tersebut. Akibat kelaparan, air susunya juga tak lagi menetes untuk menyusui Ismail. Ismail menangis terus-menerus menyayat hati. Kelaparan, kecemasan ditambah tangisan Ismail karena tak ada lagi air susu yang akan ia minum, membuat  Hajar menjadik panik. Ia berlarian kesana-kemari untuk mencari sesuap makanan atau seteguk air pengobat lapar dan dahaga.

Lalu  Hajar pergi ke bukit Safa, ia berharap bisa mendapatkan sesuatu yang bisa menolongnya, namun hanya batu dan pasir yang ditemuinya di sana. Dari Bukit Safa itu ia melihat bayangan air yang mengalir di atas Bukit Marwah, kemudian ia berlari lagi ke bukit Marwah, namun setelah sampai di sana yang dikiranya air, ternyata hanya bayangan fatamorgana belaka.

Diriwayatkan dalam keadaan yang tidak berdaya dan hampir putus asa, setelah 7 kali bolak balik antara Safa dan Marwah, datanglah malaikat jibril dan bertanya: “Siapakah sebenarnya engkau ini?” Kemudian  Hajar menjawab : “Aku adalah hamba sahaya Ibrahim”. Jibril bertanya lagi :” Kepada siapa engkau dititipkan di sini?”,  hajar menjawab : “Hanya kepada Allah.

Lalu malaikat jibril berkata lagi : “Jika demikian, maka engkau telah dititipkan kepada Dzat yang maha pemurah dan maha pengasih, yang akan melindungimu, mencukupkan keperluan hidupmu dan tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan ayah puteramu kepada-Nya”

Lalu  Hajar diajak  ke suatu tempat dimana malaikat jibril menginjakkan telapak kakinya kuat kuat di atas tanah. Atas izin Allah keluarlah dari bekas telapak kaki itu air yang begitu jernih. Mata air itu kemudian dinamakan mata air zam-zam yang tak pernah kering hingga saat ini. Keberadaan ini pula yang membuat kota Mekah makin lama makin tumbuh dan berkembang luar biasa hingga saat ini.

Ketika Nabi Ismail AS mencapai usia remaja, Nabi ibrahim mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih puteranya tersebut.  Lama Nabi termenung menafsirkan mimpi itu. Sungguh amat berat ujian yang harus dihadapinya.  Namun sesuai dengan firman Allah: “Allah lebih mengetahui dimana dan kepada siapa Dia mengamanatkan risalah-Nya”. Lalu Nabi Ibrahim menuju ke Mekah untuk menemui dan menyampaikan hal tersebut kepada putranya Ismail.

Seperti firman Allah dalam QS 2: 124,  Dan (ingatlah, ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman:”Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: ”(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.

Tanpa ragu-ragu dan berfikir panjang Nabi Ismail pun menjawab perkataaan ayahnya : “Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu.  Kemudian dipeluknya Nabi Ismail AS dan dicium pipinya oleh Nabi Ibrahim seraya berkata : “Bahagialah aku mempunyai seorang putra yang taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua yang ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah”

Saat penyembelihan yang mengerikan telah tiba. Diikatlah kedua tangan dan kaki Nabi Ismail AS, dibaringkanlah ia di atas lantai, lalu diambillah parang tajam yang sudah tersedia. Awalnya terjadi perang bathin di hati beliau, antara perasaan seorang ayah di satu pihak dan kewajiban seorang rasul di satu pihak yang lain. Namun akhirnya dengan memejamkan matanya, parang diletakkan di leher Nabi Ismail AS dan penyembelihan pun dilakukan.

Akan tetapi, parang tajam itu ternyata menjadi tumpul di leher Nabi Ismail AS.  “Wahai ayahku, rupa-rupanya engkau tidak sampai hati memotong leherku karena melihat wajahku, cobalah telangkupkan aku dan laksanakanlah tugasmu tanpa melihat wajahku”.  Akan tetapi parang itu tetap tidak berdaya walau  Ismail telah ditelungkupkan lehernya dipotong dari belakang.

Dalam keadaan bingung dan sedih, datanglah wahyu Allah : “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpimu itu sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan qibas”.

Kemudian sebagai ganti nyawa Nabi Ismail AS, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS menyembelih seekor domba yang telah tersedia di sampingnya. Inilah Asal permulaan sunnah berqurban yang dilakukan oleh umat Islam pada setiap hari raya Idhul Adha di seluruh dunia.

Dari kisah di atas bisa kita lihat betapa sebuah ujian, sebuah perjuangan, sebuah pengorbanan yang dilakukan dengan ikhlas selalu berujung dengan sesuatu yang indah, manis bahkan luar biasa. Mungkin  Hajar tidak pernah membayangkan kota Mekah yang dulu tak berpenghuni dan dimana ia dulu berurai air mata demi seteguk air, akan berkembang pesat menjadi kota modern seperti saat ini.

Di Idul Adha tahun ini mari kita renungkan kembali dan jadikan teladan kisah keluarga Nabi Ibrahim AS yang penuh ujian, perjuangan dan pengorbanan.  Mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk meningkatkan daya juang, kesabaran menghadapi ujian dari Allah serta keihklasan untuk berkorban demi kemajuan bersama, dan tentu juga untuk diri dan keluarga kita sendiri. Semoga kita ummat yang bertaqwa. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang 11 Oktober 2013

PKS Dorong Percepatan RUU Pengendalian Minuman Beralkohol

Written By Unknown on Sabtu, 12 Oktober 2013 | 14.15


Jakarta — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) akan mendorong percepatan penyelesaian RUU Pengendalian Minuman Beralkohol (Minol) di DPR. FPKS menilai RUU ini perlu diprioritaskan untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk alkohol yang merenggut 18 ribu jiwa/tahun.

“FPKS akan berupaya mendorong RUU ini bisa segera diselesaikan dan menjadi prioritas mengingat jumlah korban tewas setiap tahun akibat miras sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan sama dengan jumlah korban tewas akibat narkoba yang mencapai 18 ribu jiwa/tahun. Dan sebagian besar adalah remaja usia produktif,” urai Sekretaris FPKS Abdul Hakim, Rabu (9/10), dalam RDPU Baleg dengan Gerakan Moral Anti Miras (Genam).

Menurut Hakim, saat ini baru beberapa daerah yang sudah menerapkan perda miras. Namun, masih banyak daerah yang belum memiliki perda ini karena dianggap tidak penting. Padahal, korban akibat miras sudah sangat mengkhawatirkan.“Daerah lebih tegas dalam melindungi warga dan generasi didaerahnya, ini bisa jadi contoh seperti di Banjarmasin, Cirebon dan Manokwari. Disana, masyarakatlah yang mendesak pemda untuk membuat perda Minol karena mereka merasa peredaran bebas minol sangat berdampak buruk pada remaja,” imbuh Hakim.

Hakim yang juga anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI itu menegaskan, RUU Pengendalian Minol yang sedang digodok Baleg akan memuat sejumlah larangan dan pembatasan peredaran miras di Indonesia. Tak hanya memperketat jumlah miras yang beredar, jam dan lokasi peredarannya juga akan dibatasi. “Penjualan minuman beralkohol hanya dapat dilakukan pada pukul 22.00 sampai dengan pukul 03.00 waktu setempat. Kegiatan penjualan juga harus dilakukan ditoko khusus yang hanya boleh didirikan dalam radius minimal 5 km dari sekolah. Hal ini untuk melindungi anak-anak sekolah agar tidak mudah mendapatkan minuman beralkohol,” kata Hakim.

Sementara itu, ketua Genam Fahira Idris meminta DPR untuk segera mengesahkan RUU Pengendalian Minol. “Masyarakat resah, korban miras terus bertambah, kami ingin RUU Minuman beralkohol segera di bahas dan disahkan,” tegas ketua Genam Fahira Idris saat di undang Baleg DPR RI dalam acara Rapat Dengar Pendapat Umum di Senayan, Jakarta.





pks.or.id

Hati-Hati Budaya Kuliner


Kuliner istilah baru. Ia pun baru sebagai sebuah kebiasaan masyarakat. Sehingga bertaburan pojok-pojok jajanan hingga cafe tempat hang out dengan teman-teman dan keluarga.


Terus mengapa harus berhati-hati. Di mana masalahnya? Bukankah justru bisa menambah akrab anggota keluarga. Bahkan ajang pendekatan bagi ayah yang super sibuk dengan anak dan istri yang mulai merasa terdzalimi karena tidak mendapatkan hak waktu mereka.


Saya jawab ya. Banyak manfaat yang bisa diambil oleh keluarga. Bukan hanya itu. Menghilangkan sekadar kejenuhan adalah hal yang penting. Karena rutinitas yang membosankan membuat suram suasana rumah.

Saya pun tidak melarang dan memang tidak boleh melarang sesuatu yang halal.


Tetapi saya di sini hanya mengingatkan bahaya kuliner jika dijadikan budaya. Apa arti budaya di sini? Yaitu ketika anggota keluarga mewajibkannya. Ah… rasanya tidak ada keluarga yang mewajibkan.


Eittt... tunggu dulu. Kalau dalam satu pekan wajib keluar untuk kuliner. Atau ada anggota keluarga yang menuntut dan menganggapnya sebagai hak yang jika tidak terpenuhi merasa terdzalimi haknya. Atau merasa ada untaian kebahagiaan yang putus jika kuliner tidak dijalankan. Atau seorang ayah yang merasa bersalah hingga perlu minta maaf ketika minggu itu tidak keluar kuliner.


Bukankah saat seperti ini keadaannya, kuliner telah menjadi wajib?

Baiklah, apa masalahnya jika ia telah menjadi kebiasaan bahkan dirasa sebagai sebuah kewajiban. Bukankan manfaatnya begitu besar dan mahal bagi keluarga.


Mari kita simak pola makan Nabi teladan kita bersama keluarganya.

ุนَู†ْ ุนَุงุฆِุดَุฉَ ุฃُู…ِّ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡َุง، ู‚َุงู„َุชْ: ู‚َุงู„َ ู„ِูŠ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: ุฐَุงุชَ ูŠَูˆْู…ٍ «ูŠَุง ุนَุงุฆِุดَุฉُ، ู‡َู„ْ ุนِู†ْุฏَูƒُู…ْ ุดَูŠْุกٌ؟» ู‚َุงู„َุชْ: ูَู‚ُู„ْุชُ: ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„ู‡ِ، ู…َุง ุนِู†ْุฏَู†َุง ุดَูŠْุกٌ ู‚َุงู„َ: «ูَุฅِู†ِّูŠ ุตَุงุฆِู…ٌ»

Dari Aisyah Ummul Mu’minin radhiallahu anha berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata kepadaku suatu hari,

“Hai Aisyah, apakah kamu punya sesuatu?”

Aisyah menjawab: Ya Rasulullah, kami tidak punya apapun.

Rasul menjawab, “Kalau begitu, aku puasa.” (HR. Muslim)


Ini bukan masalah kemiskinan atau kekurangan. Tapi ini masalah menyederhanakan urusan makan dan minum. Karena ini dilakukan juga oleh para sahabat lain. Sebagaimana yang disampaikan oleh Al Bukhari dalam salah satu judul babnya di dalam Kitabnya Shahih,

ูˆَู‚َุงู„َุชْ ุฃُู…َّ ุงู„ุฏَّุฑْุฏَุงุกِ: ูƒَุงู†َ ุฃَุจُูˆ ุงู„ุฏَّุฑْุฏَุงุกِ ูŠَู‚ُูˆู„ُ: «ุนِู†ْุฏَูƒُู…ْ ุทَุนَุงู…ٌ؟» ูَุฅِู†ْ ู‚ُู„ْู†َุง: ู„ุงَ، ู‚َุงู„َ: «ูَุฅِู†ِّูŠ ุตَุงุฆِู…ٌ ูŠَูˆْู…ِูŠ ู‡َุฐَุง» ูˆَูَุนَู„َู‡ُ ุฃَุจُูˆ ุทَู„ْุญَุฉَ، ูˆَุฃَุจُูˆ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ، ูˆَุงุจْู†ُ ุนَุจَّุงุณٍ، ูˆَุญُุฐَูŠْูَุฉُ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُู…ْ

Dan Ummu Darda’ berkata: Abu Darda’ berkata: Apakah kamu mempunyai makanan?

Jika kami jawab: Tidak ada, dia berkata: Kalau begitu aku puasa hari ini.


Hal ini juga dilakukan oleh Abu Thalhah, Abu Hurairah, Ibnu Abbas dan Hudzaifah radhiallahu anhum.

Nah, ternyata ini merupakan kebiasaan yang diajarkan Rasulullah kepada keluarga para sahabat. Dan diterapkan dengan baik di rumah para sahabat Nabi.

Apa hubungannya dengan budaya kuliner kita?


Ada kekhawatiran. Kebiasaan kuliner yang nyaris dianggap kewajiban membuat pola makan dan minum kita menjadi rumit dan sulit. Karena orang yang berkuliner biasanya cenderung mencari yang baru dari makanan dan minuman. Bahkan bukan hanya menunya. Tetapi cara makan dan cara minumnya. Tak hanya itu, suasana pun termasuk yang  dicari dan dikejar. Ketika makan di taman, pinggir kolam air sudah dianggap biasa, sebuah rumah makan menawarkan makan bersama singa.


Akhirnya, makanan dengan menu dan suasana ‘biasa’ di rumah menjadi sulit dinikmati.

Bukankah orangtua sering kesulitan membangkitkan selera makan anak-anaknya? Orangtua sering tidak sadar bahwa salah satu sebabnya adalah pola makan yang dibiasakan. Kalau kebiasaan itu tidak dilakukan, maka anak ngambek tak mau makan.


Suatu pagi menjelang siang, saya melihat seorang anak yang usianya baru sekitar lima tahun. Dia terlihat marah. Duduk dengan wajah lesu dan kecewa. Saya mendekatinya dan bertanya ingin tahu apa yang tengah terjadi. Sambil menunjuk-nunjuk makanan di meja dia tumpahkan kemarahannya, “Nggak begitu makanannya. Harusnya roti, susu, nugget....(dia terus menyebut daftar menu).”


Saya pun merengkuhnya dan saya katakan, “Nak, kalau kamu tidak mau makan makanan yang sudah tersedia, ya sudah tidak usah kamu makan. Ditinggal saja tapi tidak usah dihina makanannya. Sebab Rasul dulu kalau tidak suka sebuah makanan, tidak memakannya tapi tidak menghinanya.”

Begitulah dialog ringan saya dengan anak kecil itu.


Saya hanya khawatir, mengapa anak seusia itu terlihat begitu marahnya hanya karena masalah menu makanan. Jangan-jangan ini bukan hanya masalah selera. Tetapi masalah budaya makan yang rumit karena kuliner.


Silakan anda dan keluarga menikmati makanan dan minuman lezat. Tapi sudah waktunya kita membuat pola makan di keluarga kita sesederhana pola makan Rasulullah dan keluarganya.

Nikmati yang ada.


Jika tak suka, tidak usah dimakan tapi tanpa menghinanya.

Sederhana...



Budi Ashari

parentingnabawiyah.com

Perubahan Iklim

Kita tentu merasakan perubahan iklim yang terjadi belakangan ini. Suatu ketika suhu udara te­ra­sa menyengat dan panas se­­kali. Namun secara tiba-tiba berubah menjadi hujan le­bat dan angin ber­tiup ken­cang disertai ba­dai. Ren­tang waktu yang bia­sanya kita ke­nal sebagai mu­sim hujan, be­rubah men­­jadi panas dan ke­ring ke­rontang. Se­­ba­li­k­nya, ren­tang waktu yang bia­sanya mu­sim ke­marau be­rubah men­jadi mu­sim hu­jan ber­ke­pan­jangan dan ekstrem.

Secara tiba-tiba turun hujan lebat seperti dicurah­k­an dari langit dan terka­dang tak putus-putus dari pagi hingga pagi lagi. Aki­batnya terjadi banjir dan longsor di sejumlah tem­pat.

Juga tak ayal lagi wilayah Sumatera Barat yang banyak perbukitan mengalami longsor ter­ge­rus air. Daerah-daerah di dataran rendah, teru­ta­ma di pinggir pantai segera tergenang banjir.
­Termasuk, penyebab me­ning­­galnya anggota Mapala Unand akibat terseret arus su­ngai yang datang tiba-tiba.

Sebaliknya pada suatu ren­tang waktu yang tak terduga dan berbeda dari biasanya terjadi ke­marau ekstrem yang cukup pan­jang. Saat itu matahari ber­sinar sangat terik seperti marah, suhu udara panas luar biasa tanpa hujan setetes pun. Akibat lama tak turun hujan, banyak sawah-sa­­wah milik penduduk gagal pa­nen dan telantar karena keke­ri­ngan. Tak hanya itu, listrik pun eng­gan menyala karena minus air yang akan menggerakkan tur­bin PLTA. Padahal, PLTA me­ru­pakan andalan pem­bangkit te­naga listrik di Sumatera Barat.

Perubahan iklim (climate cha­nge) memang telah menjadi nyata dan telah diakui para ahli kli­matologi di belahan bumi ma­na pun. Kita sebagai mas­yarakat awam pun bisa merasakan dan bisa melihat sendiri buktinya. Pe­rubahan iklim telah menjadi per­hatian dunia, dan masalah glo­bal penduduk bumi, tak pe­duli di benua mana pun mere­ka bermukim dan dari bangsa dan ras mana pun mereka berasal.

Kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan di Indonesia misalnya, juga dirasakan dampaknya oleh negara tetang­ga Singapura, Malaysia, bahkan Thai­land. Pencemaran udara aki­bat pembakaran bahan bakar fosil (BBM) oleh pabrik-pabrik serta kendaraan bermotor juga te­lah merusak lapisan ozon di at­mosfir bumi yang akan meng­aki­batkan pemanasan suhu bu­mi secara global  yang dikenal de­ngan istilah global warming.

Penyebab pemanasan global uta­ma adalah terjadinya efek ru­mah kaca (green house effect) yang terjadi di lapisan atmosfir. Pa­da akhirnya kerusakan-keru­sa­kan dan perubahan inilah yang me­­nyebabkan terjadinya peru­bahan iklim (climate change).

Bulan lalu Duta Besar Swiss untuk Indonesia Heinz Walker-Ne­derkoorn beserta sejumlah pa­kar meteorologi dunia ber­kun­jung langsung ke stasiun Global Atmosphere Watch (GAW), stasiun pengamatan at­mosfir global Bukit Kototabang. Stasiun yang didirikan lembaga Or­ganinasi Meteorologi Dunia (World Meterology Organi­sa­tion) terletak Nagari Bukik Ko­totabang Kecamatan Palupuh Ka­bupaten Agam, sekitar 17 kilometer dari kota Bukittinggi.

Di kalangan pakar meteo­ro­logi dunia nama GAW Bukit Ko­totabang cukup terkenal. Di du­nia hanya ada dua stasiun GAW saja yang secara repre­sen­tatif terletak persis di garis khatu­listiwa, yaitu di Mount Kenya dan Bukit Kototabang. Namun Bukit Kotatabang lebih istimewa ka­rena terletak di daerah keting­gian berhawa sejuk dan bersih serta dikelilingi hutan tropis yang masih alami. Secara umum Sumatera Barat juga relatif dekat de­ngan Samudera Hindia, se­hing­ga menarik untuk kajian meteorologi. Meski sama-sama terletak di garis khatulistiwa, namun Mount Kenya terletak di kawasan gurun pasir.

Kembali ke topik perubahan iklim, para pakar dari sekitar 80 negara telah mendirikan sekitar 30 stasiun GAW di berbagai negara untuk mengamati dan menganalisa perubahan iklim, pemanasan global, pencemaran udara dan aspek-aspek lainnya. Dengan demikian antisipasi dan solusi dari persoalan tersebut bisa ditemukan secara akurat.

Secara praktis tugas kita un­tuk mengatasi perubahan iklim, pemanasan global, pence­maran alam sebenarnya sederhana saja. Per­tama adalah mencegah pen­ce­maran terhadap udara, air maupun tanah. Kedua hindari me­rusak ekosistem lingkungan se­perti menebang pohon, mem­bunuh hewan yang nantinya akan merusak keseimbangan ekosistem.

Seperti firman Allah dalam QS 7:56; “Dan janganlah kamu mem­buat ke­rusa­kan di mu­ka bumi, sesu­dah (Allah) mem­per­baikinya dan berdoalah ke­pada-Nya dengan rasa takut (ti­dak akan diterima) dan pe­nuh harapan (akan dika­bul­kan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Niscaya manusia yang mela­ku­kan kerusakan di muka bumi, akan mendapat ganjaran yang se­timpal dengan perbuatannya ter­­sebut. Lingkungan yang baik, asri dan seimbang akan mem­bawa kemaslahatan dan kenya­ma­nan bagi manusia di muka bumi. (*)

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Padang Ekspres 9 Oktober 2013

Sumbar Terbaik Lalu Lintas

Padang —  Pemerintah Provinsi Sumbar meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) Wiratama terbaik se-Indonesia. Pemerintah provinsi dinilai sukses membina kabupaten/kota untuk menata lalu lintas yang baik.

Bagi Pemprov Sumbar WTN Wiratama merupakan penghargaan yang pertama di bidang ini. Sedangkan 10 kabupaten/kota yang meraih penghargaan di bidang lalu lintas tersebut yakni, Padang, Padang Panjang, Kota Solok, Bukittinggi, Payakumbuh, Pariaman, Pasaman dan Pesisir Selatan meraih piala WTN. Kemudian Agam dan Tanah Datar meraih plakat WTN.


Dengan perolehan itu 80 persen daerah yang diusulkan Pemprov Sumbar meraih Piala WTN. Sementara syarat meraih WTN Wiratama hanya 50 persen meraih piala WTN dari daerah yang diusulkan. Hasil itu menempatkan Sumbar terbaik, diikuti Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali.

“Kita bersyukur dengan komitmen pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan sistem lalu lintas yang lebik baik. Untuk itu ke depan mari kita sepakat untuk memperbaiki sistem angkutan umum,” sebut Gubernur Irwan Prayitno saat melepas piala WTN ke daerah masing-masing di Gubernuran Sumbar, Sabtu (5/10).

Dikatakannya, dari kasat mata saat ini memang masih ada sejumlah ruas jalan yang macet. Jika sudah jam sibuk, terutama traffic light mati, pasti akan terjadi kemacetan. Namun, kemacetan tidak menjadi indikator mutlak dan penilaian WTN, melainkan banyak indikator lain.

“Banyak memang yang mempertanyakan pada saya, kenapa Padang yang jalannya masih macet, kemudian juga memperoleh penghargaan WTN, karena memang indikatornya tidak hanya jalan saja,” ujar Gubernur Irwan Prayitno.

Meski begitu, kekurangan itu harus menjadi motivasi dan koreksi pemerintah daerah ke depan, sehingga mampu menciptakan sistem transportasi yang baik dan nyaman. “Karena yang diumpat masyarakat jika jalannya buruk dan macet, pasti pemerintah daerah,” ujarnya.
Dikatakannya, tahun ini Sumbar hanya mengikuti WTN bidang tertib lalu lintas. Rencananya, tahun depan harus ikut bidang tata kelola angkutan.

“Jangan diartikan kita sekadar mengejar penghargaan, tetapi berlomba memperbaiki layanan bagi masyarakat. Kita benar-benar siapkan angkot, travel, bus yang layak dan memenuhi syarat. Jika kita mampu memberikan layanan transportasi yang baik bagi masyarakat, maka apresiasi akan datang sendiri,” kata Irwan.

Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Sumbar, Mudrika mengatakan sistem pengelolaan lalu lintas Sumbar sebenarnya belum sempurna. Hanya saja dari daerah lain, kabupaten/kota di Sumbar lebih baik. Dengan demikian Sumbar mendapatkan penghargaan atas pengelolaan tersebut.
“Kita bukan sempurna, semua juga masih ada yang kurang. Tapi saat ini kebetulan kita itu lebih baik dari daerah lain,” sebut Mudrika.

Dikatakannya, banyak indikator dalam penilaian WTN tersebut. Selain jalan, juga termasuk kebijakan kepala daerah dalam mengelola lalu lintas. Termasuk gambaran visi misi kepala dareah dalam pengelolaan sistem lalu lintas.

“Banyak indikatornya, tidak hanya kemacetan. Di antaranya, visi misi kepala daerah, apa langkah yang diambil kepala dareah, tingkat kecelakaan dan ketertiban berkendara,” ungkapnya.

Dengan berhasilnya meraih penghargaan tersebut, tahun depan Sumbar akan mengirim sebanyak 14 sampai 16 kabupaten/kota. Dengan begitu akan menjadi motivasi untuk terus melakukan perbaikan sistem transportasi di Sumbar. (401)

Singgalang 7 Oktober 2013

Perancang R4BIA Ungkap Rahasia Warna Kuning dan Hitam

Written By Unknown on Sabtu, 05 Oktober 2013 | 09.18

Kairo - Sebuah surat kabar Turki melakukan wawancara dengan dua orang perancang simbol R4BIA yang telah menyebar ke seluruh dunia dalam waktu yang sangat singkat, hari Rabu (18/9/2013) lalu.

R4BIA adalah sebuah simbol berwarna kuning yang di tengahnya terdapat gambar tangan yang membuka empat jari berwarna hitam. Simbol ini digunakan untuk menunjuk pembantaian yang dilakukan pemerintah kudeta terhadap para demonstran di Bundaran Rab’ah Adawiyah.

Dua perancang R4BIA, yaitu Shalihah Irene dan Cihad Dulles, menyebutkan bahwa simbol ini menunjukkan teriakan protes terhadap kekejaman pembantaian yang terjadi di Rab’ah.

Mereka menerangkan bahwa warna kuning menunjuk kepada kota Al-Quds di Palestina, sedangkan warna hitam menunjuk kepada Ka’bah di Mekah Saudi Arabia.

Irene mengatakan bahwa hanya ada satu hal yang dikhawatirkannya, yaitu manusia. Dia bekerja desain grafis selama 12 tahun, bekerja sebagai sukarelawan di sebuah media berita yang menggunakan facebook, Haber Seyret.

Sedangkan Cihad mengatakan bahwa warna hitam menyatukan antara Ka’bah dengan kesedihan. Dia adalah seorang insinyur. Dia bekerja di Haber Seyret juga sebagai sukarelawan selama dua tahun.

Tentang warna kuning, Irene mengatakan bahwa warna itu sudah dilihatnya selama bertahun-tahun. Saat itu matahari sangat terik berada di atas masjid Kubah Shahrah di Al-Quds. Setiap kali umat Islam melakukan perlawanan terhadap kekejaman, aku selalu teringat dengan kuatnya warna kuning di masjid Kubah itu.

Sedangkan warna hitam melambangkan kesedihan yang meliputi Bundaran Rab’ah Adawiyah. Warna itu juga sudah pernah aku lihat di Rab’ah, yaitu ketika bulan Ramadhan sebelum terjadinya pembantaian 14 Agustus. Saat itu ada seorang ibu tua yang memakai pakaian serba hitam melakukan shalat ke arah kiblat dan menengadahkan tangannya ke atas.

Ini mengingatkanku kepada Ka’bah yang kita sucikan. Setiap kali kehilangan arah dalam kehidupan, kita selalu menemukan jalan untuk kembali. Kita mengarahkan wajah kita ke arah Kiblat. (msa/dakwatuna/egyptwindow)

al-intima.com

Kepemimpinan Fauzi-Mahyeldi Dongkrak Pendapatan Kota Padang

PADANG — (Bambang Sulistyo, Wartawan Muda) — Selama memimpin Kota Padang sejak 2009 lalu, duet Fauzi Bahar dan Mahyeldi Ansharullah, mampu meningkatkan pendapatan daerah. Hal itu tergambar dari capaian pendapatan dalam APBD dari tahun 2009 hingga 2013. Jika tahun 2009 pendapatan tak sampai Rp1 triliun, maka tahun 2013, pendapatan sudah lebih dari Rp1,5 triliun.

“Pada APBD 2009, pendapatan hanya Rp903,506 miliar, sementara 2013 pendapatan sudah Rp1,619 triliun. Ada peningkatan sebesar 79,23 persen atau rata-rata pertahun sebesar 15,80 persen,” kata Wakil Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Akhir Masa Jabatan (AMJ) pada rapat paripurna DPRD Padang, Selasa (1/10), dipimpin Ketua DPRD Padang Zulherman.
Duet Fauzi-Mahyeldi, tinggal hitungan bulan. Februari 2014 mendatang mereka berdua harus sudah meletakkan jabatan dan diganti pasangan baru.
Selain mampu meningkatkan pendapatan daerah, pasangan yang diusung koalisi PAN dan PKS itu juga mampu meningkatkan realisasi belanja daerah selama empat tahun terakhir. Pada 2009, total target belanja hanya Rp1,050 triliun, sementara pada 2013 menjadi Rp1,679 triliun, atau naik mencapai 59,89 persen. “Rata-rata kenaikan itu sebesar 12,47 persen, dimana kenaikan tertinggi terjadi pada 2012 mencapai 16 persen dan terendah pada 2011 hanya 11 persen,” katanya.
Menurut Mahyeldi, dengan semakin meningkatkan target belanja berarti semakin besar porsi anggaran yang diberikan untuk kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, terkait tugas pembantuan dalam konteks penyelenggaraan pemerintah daerah, pemerintah pusat telah memberikan tugas dan tanggungjawab kepada daerah untuk mengelola kegiatan pusat yang ada di daerah. Tanggungjawab ini diberikan dengan mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan-kegiatan pemerintah pusat.
“Hal lain yang diharapkan melalui tugas pembantuan ini adalah adanya dorongan dan penguatan berbagai program pemerintah pusat di daerah sehingga kinerja yang dicapai dapat terlaksana sebagaimana mestinya dengan biaya yang lebih efisien,” katanya.
Mahyeldi mengatakan, LKPj yang disampaikan itu disampaikan pada hakikatnya adalah penyampaian laporan atau informasi tentang hasil dan capaian program kegiatan atas pemanfaatan keuangan daerah, sebagaimana yang telah disepakati bersama antara pemerintah daerah dan DPRD.
“Tentu hasil yang dicapai beserta persoalan yang dihadapi selama pelaksanaan tugas sejak tahun 2009-2013, akan dievaluasi secara bersama dan akan dijadikan masukan bagi pelaksanaan tugas untuk periode selanjutnya,” katanya.
Ketua DPRD Padang Zulherman mengatakan, dengan penyampaian LKPj AMJ ini, maka akan dapat dievaluasi kinerja dan capaian walikota dan wakil walikota selama lima tahun memimpin Kota Padang. “Dari evaluasi itu, nantinya akan terlihat sejauhmana keberhasilan dan capaian dari visi misi yang diusung pasangan walikota dan wakil walikota itu,” pungkasnya. (*)

hariansinggalang.co.id

Gubernur Prioritaskan Rumah Masyarakat dan Perbaikan Infrastruktur

Padang —DPRD Pro­vinsi Sumbar menilai recovery (pe­mulihan) pascagempa yang di­lakukan pemerintah lamban. Kon­­disi ini tak sebanding de­ngan recovery yang dila­kukan ma­syarakat dalam membenahi eko­no­mi dan rumah masing-masing.

Demikian dikemukan Wa­kil Ketua DPRD Sumbar, Leo­nardy Harmaini saat penu­tupan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XV di GOR H Agus Salim pada Padang Ekspres, kemarin (30/9). “Kita menye­salkan kelambanan pemerintah melakukan recovery. Mereka kan punya anggaran. Jadi, tak seharusnya lebih lambat dari masyarakat. Pemerintah harus secepatnya berpacu dengan waktu untuk segera melakukan recovery,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini perkantoran pemerintah masih banyak yang belum diperbaiki setelah empat tahun pasca­gempa. Pemprov dan tujuh kota dan kabupaten yang terke­na dampak gempa, disarankan agar gesit melobi dana ke pusat.

“Cara meminta dana ke pusat yang harus dievaluasi pemerintah Sumbar.

Jika ke­men­terian tidak mau memberikan anggaran, datang beramai-ramai ke presiden untuk melaporkan kondisi pasca-rehab rekon Sumbar,” ujarnya.

Jika mengharapkan dana APBD, kata Yultekhnil, mustahil mam­pu membangun kembali in­frastruktur jalan, irigasi dan  jem­batan dan perkantoran yang rusak.

Dia menambahkan, sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) dari dana pemerintah pusat sebesar 10 persen setiap tahun, yakni Rp 156 triliun. Begitu juga silpa Sumbar, 10 persen atau Rp 350 miliar. “Dana itu sudah banyak kantor pemerintahan yang bisa di­bangun atau direhab,” tuturnya.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengakui recovery kantor pemerintahan masih lamban. Ada 19 gedung kantor pemerintahan provinsi yang rusak. Jika ditambah gedung perkantoran 7 Pemkab/Pemko, ada 26 gedung yang rusak. Dari 26 gedung itu, baru lima gedung yang dibangun, yakni Dinas Peternakan Sumbar, Bappeda Sumbar, Badan Arsip dan Pusta­ka Sumbar, Escape Building dan Dinas Pekerjaan Umum Sumbar.

Gubernur mengakui lebih memprioritakan recovery rumah masyarakat dan perbaikan infra­struktur. “Empat tahun gempa, 200 ribu rumah masyarakat yang rusak sudah dapat dituntaskan. Infrastruktur jalan dan jembatan, ada yang sedang diperbaiki dan telah diperbaiki. Jika masih ada yang belum diperbaiki, jumlah­nya sudah tak seberapa,”  ucapnya.

Kepala Dinas Prasarana Ja­lan Tata Ruang dan Permukiman (Disprajal Tarkim) Sumbar, Suprapto mengatakan, perbai­kan kantor pemerintahan yang rusak akibat gempa butuh angga­ran Rp 3,4 triliun. Dari anggaran itu, Rp 600 miliar untuk per­kantoran di lingkungan Pem­prov. Sisanya, untuk pembangu­nan infrastruktur dan perkantoran pemerintah kota/kabupaten.

“Kantor pemerintahan yang rusak (pemprov dan tujuh pem­kab/pemko) itu jumlahnya 26 perkantoran yang rusak ringan hingga berat,” tuturnya.

Gedung Pemprov yang rusak meliputi: Kantor Dinas Prasjal Tarkim, Dinas Pengelolaan Keua­ngan Daerah (DPKD), Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pemuda dan Olahraga,  Badan Ketahanan Pangan, Gedung Badan Perpustakaan dan Arsip, gedung DPRD Sumbar, Biro Pembangunan, Biro Sosial, Biro Umum, gedung Satkorlak, ge­dung  Kesbangpol Linmas, Dinas Perkebunan,  Kantor Gubernur, Dinas Peternakan, rumah  dinas ketua DPRD dan mushala.

Kantor pemerintah yang telah diperbaiki: Bappeda, Dinas Peternakan dan Badan Pustaka Daerah dan Arsip. “Sedangkan Kantor Prasjal Tarkim ditar­getkan tuntas akhir tahun 2013 nanti. Kami terus berupaya men­­da­patkan dana pusat. Jika tidak dapat dana pusat, kita bangun dengan dana APBD secara bertahap,” ujarnya.

Suprapto mengaku telah mengusulkan perbaikan gedung tersebut ke pemerintah pusat. Namun di tengah jalan, Kemen­terian Keuangan menarik kem­bali dana tersebut karena alasan belum prioritas. “Kita akan aju­kan kembali di tahun depan,” tuturnya.

Shelter untuk Nelayan

Terpisah, Kepala Pusat Pe­ngen­dalian Operasi Penang­gulangan Bencana BPBD Sum­bar, Ade Edward menambahkan, saat ini BPBD Sumbar tengah memikirkan dan merancang bagaimana permukiman di per­kam­pungan nelayan. Pemba­ngunan rumah-rumah nelayan tidak lagi menyebar di sepanjang pantai, namun berupa rumah susun yang dapat sekaligus ber­fungsi sebagai shelter.

“Saat ini kita sedang meran­cang bagaimana permukiman warga di sekitar pesisir pantai, dapat lebih layak untuk ditem­pati, sekaligus bisa berfungsi sebagai shelter. Program ini dapat disinergikan dengan Ke­men­terian Perumahan Rakyat,” ungkapnya.

Perbanyak Jalur Evakuasi

Sementara itu, Kepala BPBD Pesisir Selatan Doni Gusrizal mengatakan komit memper­banyak jalur evakuasi karena Pessel rawan bencana alam. “Jika jalur evakuasi banyak, dengan mudah masyarakat bisa menca­pai tempat ketinggian jika ben­cana tsunami datang,” katanya.

Pessel sendiri berada di ping­gir pantai yang berhadapan lang­sung dengan Samudera Indonesia. Kebiasaan masyarakat mayo­ritas cenderung memilih bertem­pat tinggal dekat dengan jalan nasional yang tidak jauh dari garis pantai sehingga sangat rawan dari ancaman bencana tersebut.

Dari kejadian tsunami yang pernah menerpa daerah di Indonesia, seperti di Aceh, dengan kecepatan yang tinggi, 15 menit setelah gempa besar, ketinggian gelombang mencapai 20 meter dan 5 km dari bibir pantai.

“Agar terhindar dari mala­petaka, masyarakat harus berada pada tempat ketinggian dan jarak yang jauh dari pantai. Atau minimal baru bisa dijangkau tsunami setelah 15 menit gempa besar yang berpotensi tsunami,” ungkapnya.

Doni mengatakan telah me­nyiapkan shelter dan jalur-jalur evakuasi, meski masih jauh dari kebutuhan. “Sosialisasi dan miti­ga­si perlu dilakukan sebagai kesiapan menghadapi bencana, sehingga masyarakat tidak lagi bingung menghadapi bencana, karena sudah terlatih,” katanya. (ayu/yon)

Padang Ekspres 1 Oktober 2013

tentanggubernursumbar.wordpress.com

Myanmar Kembali Panas, 70 Rumah Muslim Dibakar

Yangoon - Tercatat seorang tewas dan 70 rumah warga Muslim Myanmar dibakar dalam kerusuhan sekterian teranyar di Negara Bagian Rakhine, Selasa (1/10) waktu setempat.

Seorang anggota polisi Kyaw Naing mengatakan, korban tewas adalah seorang perempuan Muslim berusia 94 tahun.''Korban tewas terkena tusukan senjata tajam. Sebagian warga Muslim lainnya juga mengalami luka-luka serius,'' kata Naing seperti dilansir Associated Press, Selasa (1/10).

Naing menceritakan, kerusuhan terbaru terjadi di kawasan pesisir Kota Thandwe, tepatnya di Desa Thabyacaing. Sekira 20 kilo meter dari pusat perkotaan. Dia mengungkapkan, pertikaian terjadi setelah sekelompok 'perusuh' Buddha menyatroni pedesaan tersebut.

Belum ditemukan motif dari aksi sekelompok pemuda etnis mayoritas di negara tersebut. Akan tetapi, kejadian ini ditaksir sebagai rentetan sentimen anti-Muslim di negara bekas junta militer itu.Satu hari sebelumnya, di Kota Thandwe kerusuhan anti-Muslim juga terjadi.

Tercatat dua rumah warga Muslim Kaman menjadi sasaran amuk massa kelompok Buddha. Mereka membakar tempat tinggal warga Muslim beserta sebuah masjid. Sekitar 200 orang terlibat aksi rasis tersebut. Kepolisian mengatakan berhasil menghalau kerusuhan lebih luas.

Akan tetapi warga Muslim di kawasan pesisir barat laut Myanmar itu mengalami ketakutan dan dilarang keluar rumah.Tahun lalu, tidak kurang dari 237 etnis Muslim Rohingya dibunuh. Pembantaian tersebut ekses dari konflik sekterian yang melanda negeri itu.

Sementara, lebih dari 150 ribu warga muslim lainnya menjadi tunawisma dan terbuang dari negaranya sendiri. Perlu diketahui, sedikitnya lima persen dari 60 juta total populasi di Myanmar adalah Muslim. Kebanyakan mereka adalah beretnik Rohingya dan Kaman.

Akan tetapi, keberadaan Muslim tidak diakui.Penganut agama mayoritas di negeri itu, bahkan terang-terangan mengkampanyekan perang terhadap kelompok muslim. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mendesak agar Presiden U Thein Sein menuntaskan persoalan SARA dan mengakui keberadaan muslim di negeri tersebut.

republika.co.id

Kiprah Kami

More on this category »

Kolom Qiyadah

More on this category »

Jejaring Sosial


Topics :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011-2013. PKS Lubeg - All Rights Reserved - Email: pkslubeg@yahoo.com
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger