MASING-MASING RP1 JUTA
PADANG, HALUAN — Beruntung benar Pedagang Kreatif Lapangan (PKL)
yang sudah diregistrasi Pemprov Sumbar melalui koperasi. Mereka
mendapatkan bantuan perkuatan modal, masing-masing Rp1 juta.
Jumlah itu memang tidak besar, namun bagi mereka tentu saja uang Rp1 juta itu sangat besar artinya.
Itu lah yang dirasakan Darma Efendi Sutan Basa. PKL yang punya usaha
membuat kue bolu di Pasar Usang Lubuk Basung Kabupaten Agam. Baru
bergabung setahun lalu dengan Koperasi Abrar, Lubuk Basung, sekarang
pria yang menekuni usahanya sejak tahun 2000 ini bisa mengembangkan
usahanya.
“Pesanan kue baik untuk acara pertemuan maupun pesta cukup banyak,
namun modal saya terbatas. Saya bersyukur mendapatkan tambahan modal
dari koperasi sebesar Rp1 juta. Uang ini akan saya gunakan untuk
mengembangkan usaha,” kata Darma saat Penyerahan Bantuan Perkuatan
Modal PKL melalui Koperasi tahun 2012.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam sambutannya saat penyerahan
bantuan menyebutkan, dari 501.410 UMKM dan usaha besar di Sumbar,
sekitar 84,42 persen merupakan sektor informal yang identik dengan PKL
atau sekitar 423.280 unit. Sedangkan kategori usaha kecil 74.410 unit
dan usaha menengah besar hanya 3.720 unit.
Namun usaha mereka sering terkendala permodalan. Biasanya untuk
menambah modal, PKL sering meminjam pada rentenir dengan bunga yang
mencekik leher. Bila dihitung, bunga yang harus dibayar mencapai 600
persen/tahun, tetapi hebatnya mereka tetap bisa bertahan melanjutkan
usahanya.
“Dari kondisi seperti itu, usaha yang digeluti PKL ini sangat feasibel
atau layak untuk dibantu. Mereka juga terkenal sangat jujur dalam
membayar pinjamannya. Hal ini terbukti dari pengembalian KUR yang
tingkat kemacetannya dibawah 1 persen,” ujar Irwan.
Seharusnya dengan kondisi ini, pihak perbankan dapat menyalurkan
kreditnya kepada kelompok informal ini. Tapi persyaratan yang mengikat
perbankan, membuat sektor informal ini sulit tersentuh.
Meski demikian, PKL yang sudah diregistrasi dan diverifikasi tak
perlu khawatir, karena Pemprov Sumbar mengucurkan perkuatan modal
masing-masing Rp1 juta/PKL. Sejak program ini dimulai tahun 2008 lalu
sampai saat ini, bantuan perkuatan modal yang dikucurkan mencapai Rp7,2
miliar diterima 10.932 PKL tergabung dalam 149 koperasi.
Sementara itu, menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar Ahmad
Kharisma, bantuan diberikan untuk PKL yang berjualan di tempat yang
diizinkan pemerintah serta mengintegrasikannya dengan koperasi setempat.
Tahun 2012 ini, dialokasikan dana dari APBD Sumbar Rp2 miliar untuk
perkuatan modal 31 koperasi untuk disalurkan pada 2.000 PKL tersebar
pada 5 kabupaten masing-masing Kabupaten Pasaman, Kabupaten Agam,
Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Solok dan Kabupaten Pesisir
Selatan.
Bantuan yang disalurkan mengacu pada persyaratan pencairan dana hibah
sesuai dengan Peraturan Gubernur Sumbar No.19 tahun 2012. Penerima
bantuan wajib menyampaikan laporan pertanggung jawaban atau
penggunaan dana yang diterimanya. (h/vie)
Haluan 18 Juli 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar