KBRN, Jakarta : Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Kementerian
Perhubungan dan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP)
harus segera menyelesaikan masalah antrean truk di pelabuhan Merak.
"Antrean truk di Pelabuhan Merak mengakibatkan kerugian yang sangat
besar bagi pelaku usaha. Secara tidak langsung akan mempengaruhi minat
investor yang ingin membuka usahanya di Pulau Sumatera," kata anggota
Komisi V DPR dari Fraksi PKS, Mahfudz Abdurrahman, di Jakarta, Kamis
(5/7).
Mahfudz mengatakan, ASDP diminta mencari solusi untuk mengatasi masalah antrean di Pelabuhan Merak.
"Seharusnya ASDP bisa pinjam dulu kapal Roro dari rute lain yang tidak
terlalu padat agar dapat menambah jumlah kapal ferry di rute
Merak-Bakauheni. Apalagi, antreannya sudah capai lebih dari 10 Kilometer
dari Pelabuhan Merak," katanya.
Dengan 23 kapal Roro yang saat ini beroperasi belum bisa menghadapi
peningkatkan volume kendaraan yang lebih dari 100 persen dari volume
biasanya. Padahal peningkatan volume kendaraan yang ingin menyeberang ke
Sumatera sudah bisa diperkirakan.
"Kita tidak boleh main-main dengan kondisi yang terjadi saat ini di
Merak, di mana para sopir sudah mulai kehabisan bekal, belum lagi barang
muatan mereka rawan kerusakan yang ujung-ujungnya bukan mendapat
keuntungan tapi kerugian," ucapnya.
Mahfudz menambahkan, petugas di pelabuhan jangan main-main dengan
memberikan kemudahan yang tidak seharusnya sehingga ada kendaraan yang
bisa naik kapal tidak sesuai antrean karena akan memicu persoalan di
lapangan.
"Petugas di pelabuhan harus bertindak adil dan tidak mendahulukan kendaraan yang tidak mengantre," tegasnya. (Heri.F/Ant)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar