FOZ DO IGUACU--Negara bagian Perana, Brasil akhirnya mengizinkan
Muslimah untuk tetap mengenakan jilbab ketika difoto saat pembuatan SIM
atau KTP. Kebijakan itu diberlakukan atas permintaan komunitas Muslim
Foz do Iguacu.
Direktur Masjid Umar Al-Khattab, Mohsin Alhassani mengatakan jilbab
merupakan bagian dari tata cara berpakaian Muslimah. "jadi, bukanlah
fantasi atau apa melainkan wajib bagi Muslimah," kata dia seperti
dikutip Latino Fox, Senin (24/9).
Sebelumnya, masalah tersebut menjadi perhatian di Brazil, setelah
Ahlam Abdul El-Saifi menolak untuk mengganti pakaian tradisional
Pakistan, Khmaeez ketika hendak difoto saat mengurus pembuatan SIM di
Sao Bernardo do Campi, negara bagian Sao Paolo.
Dinas lalu lintas mengatakan mereka hanya mengikuti aturan yang berlaku. Neiva Schaffer, Muslim Foz do Iguacu, mengeluhkan kebijakan itu. Ia
merasa kebijakan tersebut tidak menghargai identitas seorang muslim.
"Dalam hal ini identitas anda seolah dipermainkan," kata dia.
Juru bicara, Dinas Lalu Lintas, Neoclair Santo Silvestrini mengecam
keputusan itu sebagai hal yang tidak masuk akal. Pihaknya menyangkal
kebijakan itu diskriminatif. "Mungkin ada pihak yang khawatir akan
dihukum," kata dia.
Terkait solusi masalah ini, Dewan Kota Foz do Iguacu telah mengajukan
proposal RUU kepada otoritas nasional Brazil untuk memberikan
pengecualian kepada Muslimah saat mengurusi SIM, KTP dan paspor.
Lembaga Identifikasi Nasional Brasil (BNII) dan Departemen Lalu
Lintas memiliki 30 hari untuk merespon permintaan Dewan Kota Foz do
IguaƧu.
Usulan itu disambut baik kepolisian federal. "Saya kira ini merupakan
solusi terbaik, tentu saja persyaratan yang harus diperhatikan adalah
wajah mereka harus tampak dengan jelas," kata Guilherme Biagi,
kepolisian Federal yang bertugas di Parana.
Saat ini, populasi Muslim di Foz do Iguacu mencapai 20.000 jiwa.
Menurut sensus 2001, ada sekitar 27.239 umat Islam di Brasil. Namun,
Federasi Islam Brasil menempatkan angka pada sekitar 1.5 juta jiwa.
republika.co.id 24 September 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar