Terima kasih kepada pengunjung blog. Jumlah kunjungan telah melewati 23.000. Nikmati postingan baru setiap Sabtu-Ahad
Tampilkan postingan dengan label Dunia Lubeg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Lubeg. Tampilkan semua postingan

Mahyeldi: Pasar Paraklaweh Akan Ditata

Written By Unknown on Selasa, 12 Maret 2013 | 12.06

Paraklaweh - Pem­ko Padang berencana menata pasar-pasar kaget yang ber­serakan di sejumlah tempat. Ke­beradaan pasar kaget itu, selama ini telah memacetkan arus lalu lintas dan merusak kebersihan lingkungan.

Sebut saja pasar kaget di ka­wasan Paraklaweh, Ke­ca­ma­tan Lubukbegalung. Biasanya, pe­dagang hanya berjualan paling lama hingga pukul 10.00. Lokasinya berada di pinggir jalan diyakini ramai dilewati masyarakat.

“Pasar pagi seperti di Pa­rak­laweh ini muncul karena memang banyak pembeli se­hingga pedagang pun semakin ra­mai berjualan di situ. Pasar pagi ini mesti ditata dengan baik. Ini tentu tugas pemko,” kata Wakil Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah saat meninjau Pasar Pagi Parak­laweh, kemarin (10/3). Mah­yeldi didampingi se­jum­lah dinas terkait seperti Dinas Pasar, Dinas Perindagtamben, Ba­pedalda, Dinas PU, camat Lubeg, lurah Paraklaweh.

Mahyeldi mengingatkan pedagang agar menjaga keter­tiban lalu lintas dengan tidak memakan badan jalan untuk berjualan.  “Dalam kunjungan itu, kami mendapat masukan kalau saluran air di kawasan itu banyak tersumbat. Se­ben­tar saja hujan, lokasi ini lang­sung digenangi air dan banjir,” ucapnya.

Salah seorang pedagang, Marni menyampaikan, selama ini pedagang mencoba men­jaga kebersihan. Sampah yang dihasilkan pedagang akan dikumpulkan dan dibuang. Selain itu, buruknya drainase seperti trowongan drainase yang rusak merupakan pen­ye­ba­b air tidak lancar me­nga­lir.

“Ada jembatan tapi sudah patah, akibatnya bandar ter­sum­bat. Kami juga sadar men­jaga kebersihan itu pent­ing,” ulasnya.

Camat Lubukbegalung, Hendrizal Azhar mengatakan, gotong-royong secara ber­sa­ma-sama setiap minggunya da­pat mengatasi kebersihan li­ngkungan. “Ini sesuai juga de­ngan harapan Kota Padang me­raih kembali Piala Adi­pura,” harapnya. (*)

Padang Ekspres

Donasi untuk Pengungsi Rohingya Myanmar, Palestina dan Iran Rp435 Juta

Written By Unknown on Minggu, 02 September 2012 | 23.13

Padang, MinangkabauNews – Sebagai bentuk solidaritas dunia Islam, muslim Kota Padang salurkan bantuan Pengungsi Rohingya Myanmar, Palestina dan Korban Gempa Iran Rp435,6 Juta yang dihimpun dari sumbangan dan sedekah di 639 titik solat Idul Fitri 1 Syawal 1433H di Kota Padang.

Ketua PWM Sumbar, H. Daril Ilyas mengatakan idenya berangkat dari rasa keprdulian terhadap sesama muslim kemudian ide ini ditawarkan kepada Walikota Padang dan Walikota Padang menyanggupi pengumpulan donasi di tiga tempat tersebut dengan melibatkan lurah dan camat se-Kota Padang.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar Dasril Ilyas menyampaikan rasa bangga dan salut atas prakarsa walikota untuk menghimpun dana kemanusiaan tersebut. Saat ini baru Kota Padang secara resmi membuat surat edaran kepada masyarakat untuk membantu umat muslim yang tertindas. Mudah- mudahan dimasa mendatang akan ada juga daerah lain melakukan hal yang sama.

Dengan bantuan itu diharapkan dapat meringankan penderitaan umat muslim tersebut, sehingga mereka punya gairah hidup kembali dan bisa melakukan berbagai aktifitas kesehariannya, termasuk melaksanakan ibadah dengan baik.
Dana yang sudah dihimpun Rp435.693.950 tersebut diserahkan Walikota Padang Dr. H. Fauzi Bahar, M. Si, Rabu (29/8), di Ruang Sidang Balaikota, pada rapat dinas dengan SKPD di Subuh Mubarakah, kepada tiga daerah korban tersebut untuk disalurkan sesuai peruntukannya.

Masing- masing kepada Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Dasril Ilyas untuk disalurkan kepada korban muslim Rohingya Rp254 Juta, kepada Muhidi (PKS) untuk muslim Palestina Rp90,5 Juta dan kepada H. Maigus Nasir untuk korban gempa bumi Iran sebesar Rp90,5 Juta.

Acara itu dihadiri dari perwakilan perguruan tinggi, LSM, Ormas dan berbagai organisasi social/ keagamaan di Padang.

Dana yang terhimpun dari masing- masing kecamatan antara lain, dari Kecamatan Padang Barat sebesar Rp37.669.400, Padang Timur Rp50.206.700, Padang Utara Rp34.082.500, Padang Selatan Rp29.715.200, Koto Tangah Rp85.741.000, Nanggalo Rp26.780.300, Kuranji Rp49.297.750, Lubuk Kilangan Rp23.662.500, Pauh Rp25.820.500, Lubuk Begalung Rp65.363.100 dan Bungus Teluk Kabung Rp7.355.000. Total Rp435.693.950.

Walikota Padang Fauzi Bahar atas nama Pemko Padang mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada umat Islam Kota Padang yang telah dengan ikhlas memberikan perhatian dan bantuan kepada sesama umat muslim dunia. Mudah- mudahan amal baiknya diterima oleh Allah SWT, dan rezkinya semakin ditambah oleh Allah SWT.

“Donasi sesama umat manusia, khususnya muslim tidak harus menunggu kita jauh dari masalah. Kita harus lakukan sekarang sesuai dengan kemampuan kita. Dengan bantuan tersebut tentu Allah SWT tidak akan sia- sia pasti akan melipagandakan rezki hambanya,” jelas Fauzi Bahar.

Fauzi mengutip salah satu surat Fathir ayat 29 yang artinya, sesungguhnya orang- orang yang selalu membaca al-quran dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebahagian rezkinya yang kami anugerahkan kepadanya dengan diam- diam dan terang- terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi. (rel) 


minangkabaunews.com 29 Agustus 2012

Waspada, Sopir Angkot Sudah Berani Memperkosa

Written By Unknown on Senin, 27 Agustus 2012 | 12.07

Setelah darurat jambret, kini warga Kota Padang dihantui aksi pemerkosaan di atas angkot. Kendati pelaku gagal memerkosa korbannya, tapi perbuatan serupa akan terulang lagi. “PR” besar buat polisi.

PADANG, HALUAN — Seorang sopir angkutan kota (angkot) Ade Saputra alias Budi Handuk, (16), dicokok Tim Reskrim Polsek Kawasan Teluk Bayur, Jumat (24/8). Ia ditangkap polisi karena mencoba memperkosa penumpang angkotnya, seorang gadis yang berasal dari Mentawai. Sementara rekan tersangka yang berinisial “PO”, (18), kini masih diburu polisi. “PO”, saat rencana pemerkosaan itu, hanya “sopir oyak”.
Monicarya, (20), korban percobaan pemerkosaan dua remaja itu, terjadi saat ia menumpang angkot BA 2965 JD, sepulang kerja dari Pasar Raya Padang sekitar pukul 21.00 WIB. Monicarya tak berhasil diper­kosa setelah melakukan perla­wanan.

Monicarya menceritakan, sebelum aksi bejat itu, dirinya naik angkot tersebut dari Pasar Raya dengan membawa sem­bilan penumpang. Renca­nanya ia akan turun di Simpang Bambu, Cendana Mata Air.
“Selain penumpang, di dalam angkot ada dua lainnya yang duduk di depan. Satu sopir dan satu rekan­nya,” kata Monicarya, warga Mata Air, Keca­matan Padang Selatan, Padang ini kepada Haluan, Sabtu (25/8).
Dilanjutkan Monicarya, menje­lang Simpang Bambu, empat pe­num­pang angkot turun. Penumpang tersisa tinggal lima orang termasuk dirinya. “Sesampai di Simpang Bambu, saya minta turun, tapi sopir tak menghiraukannya dan sengaja melewatkan simpang tersebut dengan alasan lupa. Sopir itu berjanji akan menurunkannya setelah selesai mengantarkan empat penumpang yang tersisa tersebut,” terang Monicarya.
Monicarya mengikuti saja apa yang dikatakan sopir itu tapi ada sedikit kecurigaan dalam dirinya.
“Saya terpaksa menurut saja kata sopir angkot tersebut dan akan diantar kembali apabila empat penumpang lagi diturunkan. Namun saat itu saya juga sudah heran, tapi gimana lagi sudah terlanjur lewat,” kata Monicarya.

Dilanjutkannya, Ade, semenjak awal ia naik angkot itu, terus melirik lewat kaca spion, tapi dia biarkan saja. Kemudian empat orang penumpang lainnya, telah turun di kawasan Teluk Bayur.

Kini, yang tersisa di dalam angkot tersebut hanya dia dan dua orang pelaku tersebut. Saat angkot tersebut memutar arah. Ade lang­sung membisikkan ke rekannya agar melewati dari arah Pasar Gaung. Dalam perjalanan tersebut Ade mematikan lampu di dalam angkot dan sopirnya pun mengeraskan suara musik.
Sambil angkot berjalan, Ade langsung mencoba memegang perem­puan berjilbab itu. Selain memaksa menciumnya, dia juga terus beru­paya meraba-raba anggota tubuh­nya. Korban yang tak terima per­buatan pelaku, Monicarya pun langsung berteriak dan meminta kepada pelaku agar menghentikan perbuatannya.
Angkot tak juga berhenti. Malah pelaku terus memaksa korban. Ade pun nekat membuka jilbab yang dikenakannya untuk bisa mencium lehernya.

“Saat itu saya terus berupaya mendorong pelaku tersebut, namun pelaku ini juga tetap saja memaksa saya untuk menuruti nafsunya,” ujar korban.

Sesampai di dekat tempat tumpukan batu bara tak jauh dari pintu masuk Teluk Bayur, Moni­carya berhasil mendorong pelaku yang terus berupaya memeluknya. Kemudian dia berhasil keluar dari angkot dengan cara melompat. Namun pelaku ini pun ikut menge­jarnya saat angkot tersebut berhenti.

Ade berhasil memegang tangan korban dan memaksanya kembali masuk ke dalam angkot. Tapi Monicarya terus berteriak me­minta tolong dan untung saja ada seorang pria kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian. Pria ini langsung datang, karena mungkin melihat dia dipaksa naik angkot tersebut.

Melihat warga datang, Ade melepaskan cengkeramannya dan langsung naik ke dalam angkot dan menyuruh “PO” kabur. Warga pun membawa korban yang ketakutan itu ke Polsek Kawasan Teluk Bayur. Menerima laporan korban beberapa petugas langung mengejar pelaku.

Tidak berapa lama kemudian, Ade berhasil diringkus di dekat Pos LLAJ Simpang Teluk Bayur saat sedang duduk-duduk. Sebelum ditangkap, tersangka ini sempat mengelabuhi petugas ketika berta­nya kepadanya tentang angkot yang disebutkan korban.

“Tersangka ini mengatakan tidak ada melihat angkot yang melaju kencang. Namun dia menga­takan memang ada angkot yang kebetulan lewat,” kata Kapolsek Kawasan Teluk Bayur AKP Sigit Saputra menirukan ucapan Ade.

Kemudian anggota langsung berpencar dan terus melacak, sebagaian lagi masih bertahan di tempat Ade ditemukan. Ternyata angkot yang dibawa Ade ini, diparkirkan di dekat travel yang biasa parkir menaikkan penumpang arah Painan.

Melihat angkot tersebut dan mencurigainya, petugas pun mena­nyakan siapa pemilik angkot tersebut kepada Ade. Setelah ditanya, baru dia mengaku itu angkotnya, anggota pun memba­wanya ke Polsek untuk memastikan apakah dia pelakunya.

Sesampai di Polsek, kata Sigit, pelaku ini tidak bisa berkutik saat korban langsung menunjuknya dan mengatakan bahwa dialah yang mencoba memperkosanya. Pelaku pun kepada petugas akhirnya mengakui perbuatannya.

“Saat ini tersangka masih diperiksa intensif dan rekannya masih terus diburu. Kita sudah mendatangi keluarganya supaya “PO” ini menyerahkan diri,” jelas Sigit. Sementara itu, keterangan Ade ini bahwa rekannya sudah kabur duluan setelah kejadian tersebut dan dia tidak tahu dimana kebera­daannya sekarang.
“Sudah tiga hari ini saya melihat dia (Monicarya), karena belakangan ini korban naik ke angkot yang saya bawa, sehingga ada kepikiran untuk memperkosanya,” ujar Ade terus terang.

Dijelaskannya, yang membawa angkot itu biasanya dirinya, namun karena dia ingin memperkosa korban, Ade menyuruh kawannya “PO” yang membawa angkot.

“Saya memang sengaja menyu­ruh “PO” melewatkan simpang ke rumah korban, karena sebelumnya kami sudah berniat memperkosanya secara bergantian,” ungkapwarga Banuaran, Padang. (h/nas)

Haluan, 26 Agustus 2012

Padang Diguncang Gempa 5,1 SR

Written By Unknown on Sabtu, 04 Agustus 2012 | 10.04

PADANG -- Warga Padang kembali dikejutkan oleh guncangan gempa yang terjadi pada pukul 09.00 WIB dan dengan getaran cukup kuat yang dirasakan oleh warga.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan 5,1 Skala Richter dengan pusat lokasi 1,82 lintang selatan, 100,39 bujur timur atau pada 60 kilometer barat daya Pesisir Selatan dengan kedalaman 10 kilometer.

Warga Lubeg dan Padang sebaiknya selalu mencermati dan sudah punya rencana evakuasi jika terjadi gempa. Usahakan memiliki nomor hp minimal dua buah agar bisa melakukan komunikasi dengan anggota keluarga jika terjadi gempa. Senantiasa mengingat/menyebut nama Allah agar hati menjadi tenang dan pikiran jernih. (republika/rw)

Deni Harzandy, Lurah Gurunlaweh Lubeg, Lurah Berprestasi

Written By Unknown on Jumat, 20 Juli 2012 | 21.36


Tumbuhkan Kesadaran dan Jemput Bola ke Masyarakat

Ekspresi kebahagiaan terpancar di wajah Lurah Gurunlaweh Nan XX, Kecamatan Lubukbegalung, Deni Harzandy, Kamis (19/7), di Lapangan Imam Bonjol. Usaha dan kerja kerasnya berbuah manis, sehingga mengantarkannya menjadi lurah berprestasi tingkat Kota Padang dalam rangka perekaman elektronik KTP. Bagaimana kisahnya?

DENI Harzandy seperti ter­te­gun ketika master ceremony (MC) peringatan wafat­nya pahlawan nasional Bagin­do Aziz Chan di lapangan Imam Bonjol Padang, kema­rin, me­ngu­mumkan namanya se­bagai lurah berprestasi bi­dang pere­kaman data e-KTP. Se­­nyum bahagia pun me­ngem­bang di wajahnya.

Ucapan selamat terus me­ngalir dari para sahabat dan pejabat Pemko Padang. Keba­hagiaan Deni Harzandy seakan lengkap, karena saat itu, istri dan anak-anaknya juga hadir saat itu.

Kepada Padang Ekspres, Deni menceritakan kiat suk­sesnya dalam perekaman data e-KTP. Kuncinya, intensif so­sia­lisasi pada masyarakat di lingkungannya. Awalnya, ia melakukan sosialisasi di ting­kat RT dan RW, setelah itu ti­ng­kat PKK dan majelis  taklim.

Saat sosialisasi itu, ia mem­berikan pemahaman pada warga betapa pentingnya se­buah Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ia berharap dengan sosialisasi itu, stigma masya­rakat terhadap KTP hanya untuk mendapatkan bantuan bisa berubah.

“Ketika proses perekaman data e-KTP itu dilakukan, warga dengan kesadaran sen­diri datang melakukan proses perekaman data. Ini menun­jukkan sosialisasi yang dila­ku­kan efektif,” kata mantan Lu­rah Cengkeh ini.

Tak hanya intens sosia­lisasi, Deni memilih langsung memimpin proses perekaman data e- KTP. Pelayanan pere­kam­an data e-KTP dimulai pada pukul 07.30 sampai pu­kul 01.30 setiap hari. Dia lang­sung bertugas membacakan nomor antrean bagi warganya yang melakukan perekaman data e-KTP. Ketika ada ken­da­la di lapangan, ia langsung da­pat mengambil kebijakan. “Prin­sip saya, di mana ada war­ga, di situlah harus ada lurahnya,” ungkapnya.

Bagi warga yang sakit me­na­hun atau cacat, ungkap Deni, pihak kelurahan jemput bola ke rumah warga. Bahkan, mobil dinas camat diberdayakan un­tuk keperluan itu.

“Setelah didatangi, mereka kami bawa ke lokasi perekaman data dan diprioritaskan. Usai perekaman lalu diantar lagi ke rumahnya. Kalau kita tunggu saja di kelurahan tentunya ini akan merugikan kita dan per­sentase angka perekaman data e-KTP kecil realisasinya,” ucap mantan Kasi Pengawasan Di­nas Pemadam Kebakaran Pa­dang ini.

Dengan kegigihan itu, sebut ba­pak dua anak ini, dalam waktu 4 hari, ia berhasil me­nuntaskan perekaman data 3.164 wajib KTP. “Bahkan kami berhasil menambah 443 wajib KTP lagi di luar angka wajib e-KTP yang harus melakukan perekaman data,” sebut Deni.

Kendati sering pulang larut malam, istri dan anak-anaknya tetap memberi dukungan da­lam mengemban amanah. “Al­hamdulillah dukungan keluar­ga begitu besar bagi saya. Mere­ka tak pernah protes dengan ru­ti­nitas saya yang padat,” tuturnya.

Kepala Dinas Kependu­dukan dan Pencatatan Sipil, Vidal Triza mengatakan, Deni terpilih setelah memenuhi tujuh indikator penilaian. Di antaranya; peran serta ma­syarakat, jumlah  penduduk, jarak tempuh masyarakat ke lokasi perekaman data e-KTP, administrasi serta pemahaman sumber daya manusia dari petugas dalam menyo­sialisasi­kan proses perekaman data e-KTP  tersebut.

“Dia terpilih sebagai lurah berprestasi setelah melalui pe­nilaian tim. Atas pertim­bang­an tadi, yang bersangkutan paling baik dan cepat dalam proses perekaman data e-KTP,” ucap­nya.  

Vidal Triza mengatakan, saat ini realisasi perekaman data e-KTP di Padang menca­pai 104 persen. Saat ini, sudah ada 224 ribu e-KTP yang te­ngah dalam proses pendistri­busian. Sedangkan  dalam pe­ngiriman dari Jakarta ke Pa­dang melalui PT Pos ada 224 ribu. “Jika sudah sampai ke  Padang, kami akan distri­busi­kan e-KTP itu ke warga,” ulas­nya. (***)

 Padang Ekspres 20 Juli 2012

Penderita Tuberkolosis (TB) Lubuk Begalung Capai Angka 52 %

Written By Unknown on Kamis, 14 Juni 2012 | 12.46

Tuberkolosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tubercolusis Penyakit Tuberkolosis bukanlah hal baru, penyakit ini dapat menyerang bukan saja pada orang dewasa namun anak-anak bahkan bayi pun tergolong rentang terhadap penyakit ini, sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, kualitas gizi yang buruk, dan orang dewasa penderita TB sebagai sumber penular merupakan salah satu penyebab anak-anak rentan terhadap infeksi TB.

Data yang tercatat di Puskesmas  Kecamatan Lubuk Begalung padang sendiri ditahun 2012 ada peningkatan signifikan sebesar 52%, penderita suspect TBC mencapai angka 250 orang dan yang positif TBC berjumlah 9 orang yang rata-rata diderita oleh masyarakat yang usia produktif, peningkatan penyakit pernapasan ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya lingkungan, stamina tubuh yang lemah, perokok dan kurangnya kepedulian masyarakat menjaga kesehatan tubuh.

"Ditahun 2012 ini ada peningkatan yang signifikan terhadap penderita penyakit TBC hal ini jika kita lihat dari segi aspek lingkungan memang untuk di kecamatan lubuk begalung sendiri saat ini semakin banyak bangunan pabrik yang berkembang di kawasan pemukiman penduduk, hal ini yang kemudian menyebabkan pencemaran udara dan berdampak kepada kesehatan saluran pernapasan,"Ujar, Silvia Dewi, Kepala Puskesmas Lubuk Begalung (14/6).

Lebih lanjut Silvia Dewi Menjelaskan, disamping gaya hidup masyarakat yang memang kurang memperhatikan kesehatan  penyakit ini juga disebabkan oleh  perokok aktif dan kurangnya perhatian masyarakat terhadap lingkungan sekitar, berdasarkan pendataan yang dilakukan Puskesmas Lubeg ditahun 2011, dari 45 penderita, 41 diantaranya sudah sembuh dengan memakai metode pengobatan rutin selama 6 bulan, dengan tahapan diantaranya 2 bulan pertama pengobatan secara intensif dan pada 4 bulan berikutnya dilakukan pengobatan lanjutan (3 kali seminggu), sedangkan untuk tahun 2012 9 orang yang kita pastikan positif menderita TBC sedang dalam tahap pengobatan intensif.

Saat ini Puskesmas Lubuk Begalung masih kewalahan dengan sistem pengobatan bagi penderita TBC terutama soal Fasilitas karena Puskesmas Lubeg sendiri saat ini masih kekurangan alat untuk pendataan awal terhadap masyarakat yang tersuspect TBC terutama pada alat penampung dahak.(*)

padang-today.com 14 Juni 2012

Kelurahan Pegambiran Ampalu Nan XX Terbaik di Sumbar Tahun 2011

Written By Unknown on Selasa, 01 Mei 2012 | 11.30


PADANG -- Lagi-lagi Pemerintah Kota Padang mendapat penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kali ini Kelurahan Pegambiran Ampalu Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung keluar sebagai kelurahan terbaik pertama pada lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2011. Tahun sebelumnya 2010, Kelurahan Pondok Kecamatan Padang Barat juga keluar sebagai terbaik pertama di Prov. Sumbar  nasional.

Penghargaan berupa pataka tersebut diserahkan Gubernur Provinsi Sumatera Barat Prof.Irwan Prayitno kepada Walikota Padang DR. H. Fauzi Bahar, M.Si, Selasa (1/5), pada Upacara Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat IX dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 40, di halaman STPPDN Kemendagri Baso, Agam.

Juga hadir dalam acara tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kota Padang Ny. Hj. Dra. Mutiawati Fauzi  Bahar, Kepala  Badan PM dan PK Kota Padang Drs. H. Edwar Imusman, Kabid Humas Pemko Padang Richardi Akbar, S. Sos dan beberapa orang rombongan dari Padang. 

Walikota Padang Fauzi Bahar  pada upacara tersebut sangat bangga sekali atas prestasi yang diperoleh tersebut. Ini merupakan prestasi Kelurahan Pegambiran Ampalu Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung bersama seluruh anggota masyarakat, serta prestasi seluruh warga Kota Padang.

Untuk itu Fauzi Bahar menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas pengahargaan tersebut. Ini merupakan tantangan yang harus dipertahankan dan dikembangkan terus setiap tahun, tegasnya.

Keluarnya kelurahan Pegambiran Ampalu Nan XX menjadi terbaik pertama Tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2011 bukan tanpa alasan, karena kelurahan yang berpunghuni sekitar 5.000 jiwa tersebut, mampu melaksanakan berbagai program dan kebijakan pemerintah kota dengan baik. 

Antara lain program ketertiban, kebersihan dan keindahan (K3), pengadaan/ mengelola Bank Sampah, KJKS, kekompakan seluruh RW dan RT, keberhasilan melaksanakan/ mengembangkan program PNPN Perkotaan, kegiatan manunggal setiap tahun, siskamling yang cukup mantap, kekompakan warganya dari berbagai etnis.

Selain itu pembinaan kemasyarakatan dan pemerintahan berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Warga disini saling bahu membahu membangun kelurahannya secara gotong royong, dengan menanamkan prisip kebersamaan.

Berbagai program Pemko Padang, seperti memaksimalkan penghimpunan potensi zakat umat, program beras genggam, penanaman nilai agama sejak dini kepada generasi muda,  didikan subuh, wirid remaja, pesantren ramadhan, majelis taklim sangat aktif, gerakan PKK yang sangat berhasil. Program PAUD (Pendidikan usia Dini) yang mendapat respon positif dari masyarakat, ujar Fauzi Bahar.

Dilaporkan : bima
 
sumbaronline.com 1 Mei 2012

Kiprah Kami

More on this category »

Kolom Qiyadah

More on this category »

Jejaring Sosial


Topics :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011-2013. PKS Lubeg - All Rights Reserved - Email: pkslubeg@yahoo.com
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger