Padang, – Ketua Kamar Dagang Indonesia
(Kadin) Sumatera Barat, Asnawi Bahar mengatakan, sejumlah investor asal
China melirik peluang investasi industri produk peralatan mobil, alat
berat dan perlengkapan camera pengintai atau Closed Circuit Television
(CCTV) di Sumbar.
Ketua Kadin Sumbar menyampaikan hal ini
seusai membawa rombongan investor asal China dari perusahaan Bimo Group
bertemu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Gubernuran, Senin (9/4).
Asnawi mengatakan, investor asal China sudah menyatakan minatnya untuk
membuka industri produk peralatan mobil, alat berat dan CCTV tersebut.
Kalangan pengusaha itu, nantinya akan
integrasikan menjadi satu industri “Bimo Group” dengan perkiraan nilai
investasinya Rp110 juta dollar Amerika Serikat.
Jadi, setelah adanya pertemuan dengan
Gubernur, segera dimulai proses perizinan oleh investor China dan
diharapkan sampai akhir tahun ini semuanya dapat dituntaskan.
“Investor China itu membutuhkan sekitar
200 hektare lahan dan sekitar 1.500 orang tenaga kerja. Rencananya
berlokasi di Padang atau di Padang Pariaman,” ujarnya.
Menyinggung alasan dipilihnya Sumbar
bagi kalangan pengusaha yang bergerak pada investasi produksi mobil baru
pabrikan global itu, ia mengatakan, tak terlepas dari upaya Kadin
dengan pemerintah provinsi mengundang investor.
Selain itu, tentu setelah kalangan pengusaha itu membandingkan dengan daerah-daerah industri lainnya yang ada di Indonesia.
“Kita berharap dukungan semua pihak,
karena investor asal China berencana menasionalkan produk yang
dihasilkan nanti,” ujar Asnawi.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
menyatakanan, mendukung proses percepatan perizinan rencana investor
China itu, dan diharapkan dukungan dari kabupaten dan kota.
Menurut gubernur, soal perizinan tak ada
kendala berarti dan bisa dilaksanakan secara cepat terhadap investasi
PMA maupun PMDN karena sudah menjadi komitmen pemerintah provinsi.
Namun, berkaitan dengan pembebasan lahan
yang diperlukan dukungan penuh dan kerja keras bupati dan wali kota
nantinya, sehingga tak menghadapi hambatan.
“Rencana lokasi pendirian pabrik produk
kendaraan, alat berat dan CCTV yang direncanakan berada di wilayah
Padang atau Padang Pariaman, karena dekat dengan akses jalan tol
nantinya, bandara dan pelabuhan Teluk Bayur,” katanya.
Menyinggung masalah tenaga kerja,
Gubernur Sumbar meminta menerima dominan tamatan SLTA/SMK di daerah,
tapi tentunya perlu diberi pembekalan untuk meningkatkan kemampuan
sesuai kebutuhan industri tersebut.
“Rencana ini diperlukan dukungan semua
pihak, sehingga proses setahun-dua tahun ke depan investasi produksi
mobil pabrikan dapat beroperasi,” ujarnya.*
beritapkssumbar.wordpress.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar