Ciamis - Para guru di Ciamis mengeluh karena tunjangan untuk guru
sering terlambat. Bahkan di tahun 2012, ada tunjangan guru yang hingga
kini belum dibayarkan.
Keluharan para guru ini disampaikan pada
anggota Komisi X DPR dari PKS, Surahman Hidayat. Surahman pun meminta kepada
pemerintah agar segala tunjangan guru langsung saja dari pusat ke
rekening guru, dan tidak dimasukkan ke dalam dana alokasi umum (DAU)
melalui pemerintah daerah.
Di hadapan guru, Surahman berjanji
akan menyampaikan keluhan mereka kepada Kemdikbud agar lebih serius
menginvestigasi dengan melibatkan lembaga seperti KPK ke pemerintah
daerah, agar dapat di ketahui secara jelas permasalahan sebenarnya.
Apalagi, berdasarkan penjelasan Inspektur Jenderal Kemdikbud Haryono
Umar, dana tunjangan guru sudah selesai di transfer pihak pemerintah
pusat ke pemerintah daerah sejak Maret 2012 yang lalu, dan seharusnya
bulan Juli 2012 dana tersebut sudah sampai ke para guru, jelasnya.
"Permasalahan
pegendapan dana tunjangan guru yang terjadi, akan sangat mungkin
menjadi alasan di evaluasinya desentralisasi penyaluran dana tersebut,"
kata Surahman dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 19/7).
Surahman
pun yakin permasalahan ini akan dapat segera dapat di selesaikan jika
semua pihak terkait bekerja dengan serius, untuk dapat menyelesaikan
permasalahan yang ada. Ia berharap permasalahan ini tidak terus
berlanjut, dan terus berulang, dan ke depan tidak ada lagi pihak yang di
rugikan, terutama para guru yang merupakan aset utama dalam proses
pencerdasan bangsa. [ysa]
rmol.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar