BATAM -- Dunia internasional saat ini takut dengan gerakan ekonomi
syariah yang berasal dari Indonesia. Bukan dari negara Timur Tengah.
Pakar ekonomi syariah Adiwarman Karim memaparkan tiga alasan mengenai
hal itu. Pertama, ekonomi syariah di Indonesia merupakan gerakan rakyat
(people movement). Bukan gerakan yang didorong oleh pemerintah mau pun orang kaya.
"Ini ekonomi syariah yang gerakan rakyat dari bawah. Berbeda dengan Malaysia yang dibantu oleh pemerintah," kata Adiwarman.
Ia mencontohkan, gerakan masif sekitar 500 baitul maal wat tamwil (BMT) di Indonesia yang melibatkan sekitar 30 juta orang.
Alasan kedua, ujarnya, gerakan ekonomi syariah di Indonesia bertujuan
untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Gerakan tersebut juga
bertujuan untuk mengurusi hak asasi manusia.
"Jadi, banyak orang merasakan manfaat dari ekonomi syariah," kata
Wakil Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia tersebut.
Ia juga menyebut semakin besar gerakan BMT, rakyat akan semakin
senang. Sebab, kemampuan BMT untuk memberikan bantuan semakin besar.
Alasan ketiga, gerakan ekonomi syariah di Indonesia dilakukan secara
serius, tulus dan ikhlas. Di Indonesia bukan gerakan kosmetik semata.
Melainkan gerakan yang bertujuan untuk menegakkan islam.
republika.co.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar